Program Rancang Bangun Website Desa Salawu - Margalaksana sebagai Media Informasi, Layanan, Sosailisasi, dan Promosi Produk Unggulan Desa

Authors

  • Richard Sembiring Telkom University, Indonesia Author
  • Luthfi Ramadhani Sembiring Telkom University, Indonesia Author
  • Tengku Ahmad Riza Sembiring Telkom University, Indonesia Author
  • Cindy Muhdiantin Sembiring Telkom University, Indonesia Author
  • Rd Rohmat Saedudin Telkom University, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/zenodo.18434656

Keywords:

informasi, website, desa wisata

Abstract

Desa Margalaksana merupakan salah satu Desa yang berada di wilayah Kecamatan Salawu. Secara astrionomi Desa Margalaksana Kecamatan Salawu terletak antara pada ketinggian + 600 M di atas permukaan laut dan rata-rata curah hujan mencapai 1.000 MM / Tahun. Luas wilayah Desa Margalaksana Kecamatan Salawu mencapai 274 Ha. Adapun batas-batas wilayah sebagai berikut :  Sebelah Utara : Desa Serang, Sebelah Timur : Desa Salebu,  dan Desa Sukaluyu (Kecamatan Mangunreja),   Sebelah Barat: Desa Salawu, Sebelah Selatan : Desa Sukarasa. Secara Umum penggunaan lahan di Desa Margalaksana sebagian besar dimanfaatkan untuk lahan pertanian tanaman pangan / sawah yaitu + 228 Ha. Selain potensi pertanian, Desa Margalaksana memiliki lahan kosong seluas 8 Ha yang sudah ada lapanagan sepakbola modern terbuka di tengah-tengahnya. Skarang ini lahan sekitarnya akan diperuntukan untuk membangun area hijau terbuka, eco-farming, jogging track, area green playground, dll untuk mewujudkan desa wisata. Permasalahannya adalah, untuk mempromosikan dan mengenalkan area pariwisata di desa tersebut masih bersifat konvensional dan terbatas dari mulut ke mulut. Diperlukan adanya media untuk sosialisasi dan promosi keberaadaan area tersebut lengkap dengan sarana prasarana yang nantinya akan ada dan dibangun, sehingga Desa Margalaksana menjadi lebih dikenal dan terinformasikan dengan baik ke wilayah sekitar.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Fransisca, L. P. S., & Rahmi, D. H. (2021). Peran desa wisata dalam pengendalian alih fungsi lahan pertanian sawah di Kabupaten Sleman [Skripsi, Universitas Gadjah Mada]. UGM Repository.

Harahap, W. U., Nurhajijah, N., & Intan, D. R. (2021). Peningkatan peran petani dalam pemanfaatan berbagai jenis bunga refugia sebagai upaya pengembangan wisata sawah di Desa Pematang Johar. IHSAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 23–31.

Lindawati, Q., & Ichsannudin, D. N. (2020). Strategi pengembangan desa wisata berbasis agrowisata untuk meningkatkan minat petani muda Desa Pandean. Jurnal Sosio Humaniora Sasanti, 2(1), 45–56.

Munawir, M., Erdiwansyah, E., Susmanto, S., & Zulfan, Z. (2022). Pengembangan potensi Desa Nusa sebagai kawasan destinasi wisata terpadu berbasis mobile Android. Circuit: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro, 6(2), 101–109.

Nurmadewi, D., Yuniati, S., Firdaus, M. V., & Rachman, I. M. (2023). Digital marketing as a tourism village marketing strategy in East Java’s Horseshoe region. Jurnal Sistem Informasi Bisnis, 14(1), 46–53.

Penglipuran. (2025, Agustus 10). In Wikipedia.

Pengaruh desa wisata terhadap perubahan penggunaan lahan di Desa Sedit Kabupaten Bangli. (2022). Jurnal Harian Regional, 4(2), 15–24.

Pemanfaatan teknologi informasi pada desa wisata di Indonesia: A systematic literature review. (2023). JATISI (Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi), 10(3), 512–523.

Pengembangan agrowisata berbasis usahatani padi sawah tradisional sebagai edukasi pertanian (Studi kasus Desa Wisata Pentingsari). (2020). Jurnal Pengembangan Pariwisata, 8(1), 33–45.

Pengembangan strategi promosi Desa Batuah sebagai desa wisata berbasis agrowisata. (2022). Buletin Poltanesa, 23(2), 115–124.

Pembangunan sistem informasi manajemen desa wisata berbasis web untuk mendukung destinasi pariwisata berkelanjutan. (2024). Inspiration: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi, 5(1), 77–85.

Strategi pengembangan desa wisata berkelanjutan di Indonesia: Pendekatan analisis PESTEL. (2022). Jurnal Kepariwisataan, 11(2), 56–70.

Dampak alih fungsi lahan pertanian di kawasan objek wisata Latimojong terhadap pendapatan petani. (2021). Journal Galung Tropika, 10(3), 251–259.

Tourist village (Indonesia). (2025, Agustus 10). In Wikipedia.

Reddituser. (2022, Maret 15). To qualify as a desa wisata, villages need to meet 3 criteria: Something to see, something to do, and something to buy. In Reddit.

Published

30-01-2026

Issue

Section

Articles

How to Cite

Program Rancang Bangun Website Desa Salawu - Margalaksana sebagai Media Informasi, Layanan, Sosailisasi, dan Promosi Produk Unggulan Desa. (2026). NJCOM: Community Service Journal, 2(1), 18-22. https://doi.org/10.5281/zenodo.18434656

Similar Articles

1-10 of 15

You may also start an advanced similarity search for this article.